GANGGUAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
GANGGUAN
DAN PENYAKIT PADA SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
1. Anemia
Anemia merupakan
suatu keadaan kekurangan eritrosit (Hemoglobin). Kekurangan
hemoglobin menyebabkan suplai oksigen ke jaringan menurun sehingga
dapat mengganggu fungsi kerja sel. Gejala anemia antara lain di tandai dengan
muka pucat, cepat lelah, sakit kepala, timbulnya titik-titik hitam pada mata,
jantung berdebar-debar, dan bertambahnya kecepatan denyut nadi di pergelangan
tangan.
2. Talasemia
Talasemia merupakan
suatu kelainan pada eritrosit yang berakibat sel tersebut mudah rapuh
dan cepat rusak. Talasemia termasuk penyakit keturunan yang dapat terjadi pada
perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini ditandai adanya gangguan pembentukan
sel darah merah. Sel darah merah penderita talasemia mudah pecah, tidak tahan
lama sehingga penderita selalu kekurangan sel darah merah.
Talasemia
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu talasemia mayor dan talasemia minor.
Talasemia mayor memperlihatkan gejala-gejala klinis anemia berat yang dapat
berakibat fatal. Gelaja penderita talasemia mayor sudah tampak sejak awal masa
kanak-kanak (umur ±3 tahun). Penderita talasemia minor biasanya tidak
mengalami anemia berat sehingga masih dapat bertahan hidup.
3.
Leukopenia dan Leukositosis
Leukopenia
adalah keadaan dimana jumlah sel darah putih kurang dari normal (di bawah 5.000
sel/mm3 darah). Hal ini dapat menurunkan system kekebalan
tubuh. Sebaliknya leukositosis adalah keadaan jumlah sel darah putih yang
terlalu banyak. Leukositosis umumnya terjadi pada orang yang sedang sakit
parah.
4. Leukemia
Leukemia atau kanker
darah adalah suatu penyakit/kelainan pada manusia karena jumlah sel-sel
darah putih (leukosit) meningkat tidak terkendali. Penderita cenderung menjadi
lemah, nafsu makan berkurang, dan berat badan menurun. Selain itu, ia juga
mengalami kekurangan sel darah merah (anemia), karena sel-sel darah putih yang
berlebihan jumlahnya akan memangsa sel-sel darah merah. Dalam kondisi normal,
jumlah sel darah putih sekitar 8.000 tipa millimeter kubik. Pada penderitaleukimia,
jumlah sel-sel darah putih dapat mencapai 25.000-50.000 tiap millimeter kubik.
5. Hemofilia
Hemofilia adalah
suatu penyakit keturunan pada manusia yang ditandai dengan tidak dapatnya darah
membeku secara wajar ketika mengalami luka atau pendarahan. Hal itu terjadi
karena tubuh tidak mampu membentuk protein yang berperan dalam proses pembekuan
darah. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan.
6.
Erythroblastosis faetalis
Erythroblastosis
faetalis (penyakit kuning pada bayi) disebabkan oleh kerusakan sel-sel darah
yang berasal dari agglutinin ibunya, terjadi karena adanya perbedaan rhesus.
7.
Thrombus (Embolus)
Thrombus
adalah jenis penyakit jantung yang disebabkan tersumbatnya nadi tajuk, oleh
gumpalan atau bekuan darah.
8. Sklerosis
Sklerosis
adalah penyakit yang diakibatkan oleh pengerasan atau penebalan pembuluh nadi.
Pengerasan nadi menimbulkan gangguan kelancaran aliran darah. Sklerosis dapat
terjadi karena terbentuknya endapan lemak yang disebut atherosklerosis.
Sedangkan penebalan pembuluh darah oleh pengkapuran disebut dengan
arteriosklerosis
9. Varises
Varises merupakan suatu
pelebaran pada pembuluh balik (vena). Hal-hal yang menyebabkan
varises antara lain kehamilan dan terlalu gemuk.Varises sering terjadi pada bagian
bawah tubuh.
10. Wasir
Hemaroid atau wasir merupakan pelebaran pembuluh darah di
sekitar anus.
11. Angina
Angina
adalah kondisi dimana timbul rasa sakit pada dada sebelah kiri akibat gangguan
pada jantung. Angina terjadi ketika jantung tidak memperoleh cukup darah
12. Serangan
Jantung
Serangan
jantung terjadi karena terhambatnya aliran darah yang membawa makanan dan
oksigen ke jaringan otot jantung. Hambatan itu terjadi karena pembuluh nadi
jantung mengalami gangguan atau kerusakan. Kerusakan pembuluh nadi tersebut
terjadi karena pembekuan darah atau gumpalan materi yang menyumbat pembuluh
darah. Apabila gumpalan ini menghambat aliran darah di otak akan terjadi
stroke. Hasil penelitian menyebutkan bahwa gumpalan yang sering menyebabkan terjadinya
penyumbatan pembuluh darah adalah senyawa kolesterol.
13.
Hipertensi
Hipertensi merupakan
suatu keadaan yang di tandai dengan tekanan sistole di atas
150 mmHg dan tekanan diastol di atas 90 mmHg.
Jantung penderita hipertensi bekerja lebih keras dan menyebabkan otot jantung
membesar terutama bilik kiri. Hipertensi dapat menyebabkan aterosklerosis dan
arteriosklerosis. Aterosklerosis adalah penimbunan lemak pada dinding pembuluh
nadi atau arteri. Arteriosklerosis adalah penimbunan zat kapur pada dinding
arteri. Terjadinya penimbunan pada dinding arteri meningkatkan kemungkinan
penyumbatan aliran darah sehingga tekanan darah menjadi lebih tinggi dan bahkan
pembuluh darah besar. Kondisi ini memungkinkan terjadinya perdarahan di otak,
perdarahan pembuluh darah ginjal dan dapat juga menyebabkan pandangan mata
menjadi kabur karena pecahnya pembuluh darah pada retina. Penyebab tekanan
darah tinggi antara lain kerusakan ginjal, terhambatnya aliran darah dalam
arteri ginjal dan kelebihan hormon tertentu.Untuk mengatasi tekanan darah
tinggi, penderita diberi obat yang dapat melebarkan pembuluh darah,
meninggkatkan kecepatan produksi urine, atau menurunkan keluaran darah jantung
hingga normal. Penderita juga dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandungan
garam dapur (natrium klorida) yang rendah.
Comments
Post a Comment